Edi S. Ekadjati
Edisi ke dua 2017; 14 x 21,5 cm.
344 hlm; Rp. 95.000
344 hlm; Rp. 95.000
ISBN 978-979-419-480-5
Sejak
awal tahun 1980-an Ayatrohaedi, Saleh Danasasmita, dan Yoseph Iskandar melalui
media massa mengumumkan tentang penemuan naskah-naskah Pangeran Wangsakerta
beserta isinya. Sambutan masyarakat terhadap informasi tersebut dapat dibagi
dua, yang satu sama lain kontradiktif. Di satu pihak, mereka menyambut baik dan
sangat mengharapkan sumbangan naskah-naskah itu terhadap kelengkapan sejarah
Sunda dan sejarah Indonesia pada umumnya. Di pihak lain sambutan mereka bernada
negatif dengan menyatakan bahwa naskah tersebut palsu dan isinya tak dapat
dipercaya sebagai gambaran sejarah. Kontroversi itu menggegerkan berbagai
kalangan.
Pendapat yang kontradiktif itu
sempat diwadahi melalui dua seminar yang diselenggarakan oleh Universitas
Tarumanagara di Jakarta dan Universitas Pasundan di Bandung. Tidak puas
berdebat dalam dua pertemuan ilmiah tersebut, dilanjutkan dengan berulangkali adu
argumentasi secara terbuka melalui media massa yang terbit di Jakarta dan
Bandung. Dalam dua jenis forum itu kedua belah pihak yang terdiri atas para
ahli filologi, sejarah, dan arkeologi serta masyarakat umum mengemukakan
pendapat masing-masing tentang naskah-naskah Pangeran Wangsakerta beserta
isinya.
Tuntaskah diskusi itu? Jawabannya
dapat disingkap dalam buku ini sebagai kumpulan makalah, artikel, dan hasil
wawancara mengenai masalah kontroversial tersebut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar